Pernahkah kamu merasakan didiamkan oleh seseorang tanpa sebab? hal tersebut dalam sudut pandang psikologi sebagai pelecehan emosional, yang berefek sangat negatif sehingga membuat mental korban menjadi sangat tidak baik. Hal tersebut dinamakan Silent Treatment, yaitu ketika seseorang menggunakannya untuk mengontrol orang lain, sering dianggap sebagai taktik manipulatif yang tidak sehat dalam hubungan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan hubungan dan kesulitan komunikasi.

Secara umum, silent treatment adalah taktik penanganan yang dapat membuat masalah penting dalam suatu hubungan tidak terselesaikan. Hal itu juga dapat membuat pasangan di pihak penerima merasa tidak berharga, terluka, bingung, dan tidak penting. Silent Treatment juga merupakan bentuk pengucilan sosial yang digunakan selama konflik dalam banyak jenis hubungan untuk menimbulkan rasa sakit. Hal Ini melibatkan penolakan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang bersedia berkomunikasi.

Silent Treatment menjadi salah satu dari banyak bentuk kesedihan emosional atau permainan pikiran. Dalam konteks hubungan, silent treatment dapat menjadi bentuk kontrol atau cara untuk memanipulasi situasi. Seseorang yang memberikan perlakuan diam berharap bahwa dengan tidak memberikan respons, orang lain akan merasa terisolasi, bersalah, atau mencoba lebih keras untuk memperbaiki situasi. Hal tersebut sangat tidak baik dan akan membuat kesehatan mental korban turun secara drastis, lho!

Jika kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang memberikan perlakuan silent treatment, menghadapi perilaku seperti ini bisa sangat membuat frustasi dan menguras emosi, dan penting untuk mengetahui kapan saatnya mengakhiri hubungan. 

Nah, ini adalah tanda-tanda kamu harus meninggalkannya seseorang yang telah melakukan silent treatment!

  1. Kamu merasa terkuras atau lelah secara emosional saat berada di dekat mereka
  2. Perasaan yang tidak dihargai olehnya
  3. Tidak adanya upaya untuk memperbaiki hubungan
  4. Perlakuan diam telah digunakan berkali-kali di dalam hubungan

Perlakuan diam dapat memiliki efek psikologis yang merugikan pada orang yang menerimanya. Salah satu dampak psikologis yang mungkin timbul akibat silent treatment antara lain adalah Distress Emosional, yaitu seseorang yang diberikan perlakuan diam mungkin mengalami perasaan frustasi, kesepian, cemas, marah, atau sedih karena merasa diabaikan atau tidak dihargai. Mereka mungkin merasa tidak aman atau meragukan diri sendiri. Korban dari bentuk kekerasan ini seringkali bingung karena mereka tidak pernah tahu apakah pasangan/teman mereka merasa kesal atau tidak, sehingga korban selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahan dari orang lain. 

Penting untuk mengatasi perlakuan diam dan membangun pola komunikasi yang sehat dalam hubungan. Terapi psikologis atau konseling dapat membantu individu yang menggunakan silent treatment atau yang menerimanya untuk memahami akar masalah, belajar mengelola emosi, dan meningkatkan kemampuan komunikasi yang efektif.

referensi:

https://www.verywellmind.com/married-couples-silent-treatment-2303421

https://www.medicalnewstoday.com/articles/silent-treatment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *