Psikologi Berbohong

September 2, 2021 0

Kalau main jujur-jujuran, pernah nggak kamu berbohong? Diajak ketemuan, bilangnya ada kerjaan. Padahal aslinya cuma mager aja. Berbuat salah, tapi nggak mau ngaku dan pura-pura nggak tahu. Manusiawi, sih. Saking manusiawinya, kita kadang berbohong tanpa mikir-mikir dulu. Menurut psikologi, ada penjelasan di balik sebuah kebohongan, lho! Bohong memang udah biasa, tapi kamu mungkin belum aware…

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, sulitnya mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara asertif adalah bagian dari akibat yang ditimbulkan oleh ketakutan akan penilaian orang lain. Ada suatu aturan tak tertulis bahwa untuk bisa diterima terlebih disukai oleh masyarakat, kamu harus mampu bersikap baik dan memenuhi apa yang mereka ekspektasikan. Alhasil, banyak di antara orang-orang yang terjebak…

‘Tidak’ hanyalah sebuah perkataan. Tapi kadang sulit rasanya mengatakan itu untuk menolak. Kebutuhan mengekspresikan diri dan menyesuaikan dengan sekitar berbenturan; apakah keinginan dari dalam diri atau ekspektasi dari orang lain yang harus dituruti. Katakanlah seseorang meminta bantuanmu, sementara ada hal lebih mendesak yang harus kamu lakukan terlebih dulu. Tetapi sebab dia adalah seniormu, kamu sungkan…

Pada dasarnya, kita semua punya rasa ingin memiliki sekaligus dimiliki oleh lingkungan sosial. Bahkan, melalui dunia maya sekalipun. Betul apa betul? Kalau sedikit sulit dipahami, maka coba kita uraikan dengan contoh. Kamu mungkin ingin orang yang berkirim pesan denganmu selalu membalas sama cepatnya denganmu. Nggak late reply, sementara kamu udah fast response. Apalagi cuma di-read.…