Pernahkah kamu mengkritik diri sendiri dan merasa insecure?Kamu selalu mencari persetujuan dan kepastian dari orang lain,tetapi apapun jawabannya tidak akan menghilangkan keraguan yang ada di dalam dirimu. Kamu selalu memiliki perasaan bahwa dirimu akan ditolak oleh orang lain. Perasaan-perasaan tersebut kemudian memunculkan perasaan khawatir, tidak percaya, dan merasa terlalu bergantung pada orang lain. Jika kamu pernah merasakan hal ini, bisa jadi kamu mendapatkan pola pengasuhan Anxious-Ambivalent Attachment dari orang tuamu. Nah, apa sih Anxious-Ambivalent Attachment?

Anxious-Ambivalent Attachment

Pola pengasuhan AnxiousAmbivalent Attachment adalah jenis pola pengasuhan yang dilakukan secara tidak konsisten. Mereka yang diasuh oleh pola pengasuhan ini sering kali mendapatkan perlakuan yang tidak seirama atau berubah-ubah dari orang tua terkadang mendapatkan perhatian yang berlebih, terkadang tidak mendapatkan perhatian. Hasilnya anak sering kali merasa membutuhkan sosok pengasuh untuk berada didekatnya, namun kebingungan dalam bereaksi karena tidak  merasakan kepuasan dari sosok pengasuh.

Faktor Pembentuk Anxious-Ambivalent Attachment

Sejumlah faktor dapat berkontribusi pada pembentukan pola Anxious-Ambivalent Attachment antara orang tua dan anak. Faktor utama seorang anak yang mengembangkan pola Anxious-Ambivalent Attachment adalah cara membuka diri (attachment) yang tidak konsisten dalam hubungan dengan pengasuh utama mereka. Kualitas hubungan antara orang tuadan anak mempunyai peran yang sangat penting dalam meneruskan pola kelekatan (attacment) dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, anak akan meniru strategi Anxious-Ambivalent Attachment dari orang tua mereka. Selain itu, pengasuhan anak oleh orang tua cenderung mencerminkan pola kelekatankhusus yang mereka kembangkan sebagai anak dan orang tua. Dengan demikian, orang tua yang tumbuh dengan Anxious-Ambivalent Attacment tidak konsisten dalam cara mereka berhubungan dengan anak mereka,sehingga anak bereaksi dengan membentuk pola Anxious-Ambivalent Attachment mereka sendiri. Contoh gaya kelekatan anxious-ambivalent itu seperti ketika bayi menangis, lalu sang ibu akan datang menggendong dan menenangkannya, namun meninggalkannya ketika si bayi sudah tenang. Si bayi yang menginginkan waktu lebih bersama ibunya, akan menggunakan “tangisannya” untuk menarik perhatian ibunya. Tetapi alih-alih ditanggapi, sang ibu malah mengabaikan bayi nya. Nah karena keadaan itulah tercipta kecemasan dlm pribadi anak sampai dewasa. Yaitu cemas suatu saat dia telah nyaman dan lekat kepada orang lain namun bisa saja orang tsb menghindari atau meninggalkannya.    

Untuk dapat mengubah pola Anxious-Ambivalent Attachment menjadi kelekatan yang aman (Secure), dapat diperbaiki melalui beberapa cara yaitu :
1. Melalui pengalaman baru.
2. Melalui interaksi dengan pasangan yang memiliki sejarah keterikatan aman.
3. Melalui psikoterapi.
4. Memahami cerita seseorang.  

Nah, bagaimana? Pola kelekatan memang tidak bisa diubah secara keseluruhan, tetapi kita bisa loh untuk belajar memahami kondisi kita. Banyak belajar dan mengenal dirimu lebih dalam juga penting untuk bisa merubah pola kelekatan ini. Jika kamu kesulitan tidak ada salahnya untuk meminta bantuan professional loh…





 








 

Reference :

https://www.psychalive.org/understanding-ambivalent-anxious-attachment/
https://www.healthline.com/health/relationships/attachment-theory#avoidant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *